Senin, 09 September 2019

Jadi Dirut Baru, Achmad Baiquni Berhasil Tingkatkan Laba Bersih BNI

Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Achmad Baiquni
* Foto: Men's Obsession

Tak salah Bank Negara Indonesia (BNI) memilih Achmad Baiquni sebagai Direktur Utama. Karena Baiquni yang mendapat julukan ‘bankir bertangan dingin’ ini sangat cocok disatukan dengan bank pelat merah ini yang konsisten mencetak kinerja positif dari waktu ke waktu. Pasalnya setelah Baiquni menjabat sebagai Dirut, BNI selalu mengalami kemajuan dari tahun ke tahun.

Seperti pada tahun 2017, Achmad Baiquni berhasil mengantarkan BNI membukukan laba bersih sebesar Rp13,62 triliun. Perolehan laba tersebut meningkat 20,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp11,34 triliun. Pertumbuhan laba bersih ini merupakan hasil dari perkembangan bisnis pada segmen Business Banking dan Consumer Banking dengan disertai perbaikan kualitas aset.

Pertumbuhan kinerja BNI terus berlanjut dan terjaga. Kini dapat dilihat pada 2018, perusahan plat merah berkat Achmad Baiquni tersebut tetap mampu menunjukkan kinerja positifnya. Selama semester I-2018, laba bersih BNI mencapai sebesar Rp7,44 triliun atau tumbuh 16 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp6,41 triliun.

Pertumbuhan laba bersih BNI ini didorong oleh kuatnya pertumbuhan Pendapatan Bunga Bersih (NII) yang disertai perbaikan kualitas aset. Pertumbuhan NII meningkat dari Rp15,40 triliun pada semester I/2017 menjadi Rp17,45 triliun pada periode yang sama tahun ini. Angka tersebut tumbuh 13,3 persen lebih cepat dibandingkan pertumbuhan NII di industri perbankan nasional yang hanya mencapai 3,4 persen per April 2018.

Pada Semester I/2018, BNI juga mencatat Pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 13,5 persen. DPK ini didominasi oleh dana murah (CASA) yang komposisinya mencapai 63,8 persen dari total dana yang terhimpun. Ruang bagi BNI untuk menyalurkan kredit pun masih terbuka lebar, ditandai dengan Loan to Deposit Ratio (LDR) yang mencapai 87,3 persen pada semester I/2018. Seluruh kondisi itu memberikan keyakinan BNI mempunyai likuiditas yang baik dan ruang yang cukup untuk melanjutkan ekspansi kredit pada semester II/2018.

Selain sukses dalam performa bisnis, kepemimpinan Achmad Baiquni juga patut diapresiasi dalam hal inovasi pelayanan nasabah. Seperti belum lama ini, BNI sudah meluncurkan delapan produk layanan yang dikembangkan dengan berbasis teknologi digital untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan layanan perbankan yang semakin cepat, efektif, dan efisien.

Kedelapan produk digital BNI itu adalah, UnikQu, BNI Acquiring Online, BNI API Management, BNI e-collection, BNI Debit Online, BNI SMS Payment, BNI i-Pay, dan Agen46. Selain itu, BNI juga melaunching produk inovasi bernama YAP (Your All Payment) yang memudahkan nasabah dalam bertransaksi. Di mana nasabah tidak perlu lagi menggunakan mesin EDC untuk bertransaksi.

Inovasi-inovasi yang dilakukan BNI bersama Achmad Baiquni tersebut bahkan mendapat apresiasi Presiden RI, Joko Widodo pada pameran Indonesia Banking Expo (IBEX) 2017 yang lalu. Presiden mendukung upaya BNI dalam memberikan kemudahan nasabah untuk bertransaksi, bahkan berpesan agar masyarakat di edukasi ketika implementasi aplikasi inovasi tersebut dilaksanakan. Keberhasilan demi keberhasilan yang diraih Achmad Baiquni tentu tak lepas dari pengalaman dan karirnya selama ini.

Achmad Baiquni yang juga Alumni Universitas Padjadjaran yang meraih master dari Business Management, Asian Institute of Management, Filipina, ini sebelumnya pernah menjabat Direktur Bisnis Usaha Kecil Menengah dan Syariah, Direktur Konsumer, kemudian Direktur Keuangan di bank yang sama. Pria necis tersebut juga mengasah kemampuannya dengan mengikuti beberapa pelatihan, kursus, dan seminar perbankan di dalam dan luar negeri, di antaranya Risk Management in Retail Banking yang diadakan oleh BSMR di Belanda, Executive Training for Director yang diadakan oleh The Wharton School of The University of Pennsylvania di Amerika Serikat.

Achmad Baiquni Ajak Justin Rose Ramaikan Turnamen Indonesian Masters Bersama BNI




Sumber: BNI

Memiliki banyak nasabah di Indonesia, PT Bank Negara Indonesia (Persero) yang kini di pimpin oleh Achmad Baiquni nyatanya pernah mengadakan suatu turnamen golf internasional pada bulan Desember 2018.

Bahkan dalam turnamen yang bertajuk Indonesian Masters 2018 ini, Direktur Utama BNIAchmad Baiquni juga mengundang Justin Rose yang merupakan salah satu pemain golf papan atas dunia untuk memberikan coaching clinic kepada para peserta.

Tak hanya itu saja, Baiquni juga mendapat kesempatan untuk melakukan pukulan pertama dengan Justin Rose.

“Ini merupakan pengalaman yang sangat berharga bagi kami bisa berada dalam satu grup bersama Justin Rose. Justin merupakan pegolf yang memiliki segudang pengalaman serta telah banyak meraih gelar sehingga ini menjadi pengalaman terbaik buat nasabah utama BNI,” ujar Baiquni.

Dalam event penting yang digelar sebelum turnamen utama dimulai, Indonesian Masters menghelat Pro-Am BNI Indonesian Masters pada Selasa (11/12). Dimana sekitar 36 nasabah setia BNI diundang Baiquni selaku untuk mengikuti Pro-Am Indonesian Masters bersama dengan 120 pegolf profesional.

Kompetisi BNI Indonesian Masters 2018 ini merupakan keikutsertaan BNI yang ketiga kalinya. Dan dari sini juga, Baiquni selaku Dirut BNI memperkenalkan sebuah aplikasi yang dikeluarkan oleh BNI yaitu YAP!.

Aplikasi ini mensupport pembelian food & beverage. Dengan YAP! ini, pengguna juga akan dimudahkan untuk bertransaksi dengan tiga sumber dana sekaligus, Kartu BNI Debit (tabungan), Kartu Kredit BNI, dan UnikQu.   

  
Sumber: jpnn.com


Selasa, 08 Januari 2019

Hamdi Muluk: Karena Aktif Ngurusin Kasus Century, Misbakhun Jadi Kena Kasus

Hasil gambar untuk hamdi muluk dan misbakhun

Adanya 'kriminaliasi' terhadap para anggota DPR sepertinya telah terlihat ketika adanya kasus Misbakhun.

Misbakhun sendiri bebas murni pada tingkat Peninjauan Kembali (PK) di Mahkamah Agung (MA) mengenai kasus Misbakhun korupsi yang menyangkut L/C (letter of credit) yang merupakan fiktif perusahaannya di Bank Century.

"Logika bahwa Misbakhun telah dikriminalisasi oleh penguasa menjadi masuk akal. Sebab, dengan fakta hukum PK bebas murni di MA, dia bisa bilang bahwa proses hukum yang menimpanya itu merupakan kriminalisasi melalui rekayasa hukum," kata pakar psikologi politik Universitas Indonesia (UI), Hamdi Muluk.

Kasus Misbakhun ini dicurigakan ada campur tangan pemerintah saat itu. Ia pun menuliskan hal tersebut di twitter pribadi miliknya.

"Putusan bebas murni tingkat PK untuk saya jadi bukti bahwa SBY melakukan kriminalisasi hukum terhadap lawan politiknya. Aparat hukum dibawah kekuasaan Presiden SBY, yaitu polisi dan jaksa, melakukan rekayasa hukum terhadap saya sejak awal". (@MMisbakhun)

Hamdi melanjutkan, kasus tudingan kasus Misbakhun korupsi atas L/C fiktif itu terjadi karena Misbakhun semakin aktif mengenai Bank Century. Ia mendesak penelusuran adanya dugaan pelanggaran dalam kebijakan pengucuran dana talangan (bailout) senilai Rp 6,7 triliun untuk Bank Century.

"Kasus bailout Bank Century ini ibarat kotak pandora yang kalau dibuka, kita tidak tahu apa isi yang berhamburan. Tapi, berdasarkan analisa politik, kasus ini memang mengarah ke Istana karena kebijakan itu ditengarai mengandung maksud terselubung jelang Pemilu 2009. Berkembang dugaan bahwa kebijakan pemberian dana talangan itu sebagai taktik menggalang dana untuk kepentingan pemilu," ucap Hamdi.