Senin, 17 Februari 2020

DPRD Jateng Kini Tengah Menyiapkan Perda Ekonomi Kreatif

Sumber Gambar: Ayosemarang.com

Dalam sebuah diskusi "Digitalisasi UMKM, Siapkah Merajai Pasar Tanpa Batas", Anggota Komisi B DPRD Jawa Tengah, Andang Wahyu Triyanto mengatakan bahwa rancangan Peraturan Daerah (Perda) mengenai pembinaan dan pengembangan ekonomi kreatif kini tengah disiapkan.

Dikatakannya saat ini Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jateng tengah menyiapkan rangcangan Peraturan Daerah (Perda) mengenai pembinaan dan pengembangan ekonomi kreatif guna mendorong UMKM di Jawa Tengah, khusunya Semarang.

"Perkembangan UMKM di Jateng sangat besar. Di Jateng UMKM masih mendomiinasi dari sisi jumlahnya yang mencapai 90,9%. Untuk sisanya ada Usaha Kecil Menengah UKM dan Industri Kecil Menengah (IKM). Harapannya, Perda tersebut nantinya bisa menjadi payung hujum UMKM di Jateng," ujarnya seperti yang dilansir dari laman Ayosemarang.

Andang menambahkan, jika Umkm saat ini menjadi pendukung perkembangan dari perekonomian masyarakat Semarang dan Jawa Tengah. Untuk menghadapi perubahan zaman ini, lanjutnya, memang  perlu menyiapkan banyak hal.

"Industri 4.0 membutuhkan SDM yang mampu  beradaptasi. Karena kalau umkm tak bisa adaptasi di perkembangan 4.0, akan malah didominasi teknologi. Jangan dampai teknologi ini menguasai SDm, tapi harusnya SDM yang menguasai teknologi," ungkapnya.

"Di Perda ini akan butuh sinergi dengan Pemprov, sehingga peraturan yang ada ini menjadi jembatan pelaku usaha, pemerintah dan stakholder. Banyak nantinya program yang selama ini jadi kendala kita ingin pangkas agar jadi lebih memudahkan," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Balai Pelatihan Koperasi dan UKM, Dinas Koperasi & UKM Prov Jateng,  Hatta Hatnansya Yusuf memaparkan, jika UMKM di Jateng menurut data BPS ada sekitar 5 juta UMKM.

"Lalu ada sekitar 160 ribu yang ditangani langsung oleh Dinas kami. Masih banyaj sekali UMKM yang harus masih ditangani," urainya.

Untuk kemajuan UMKM di era digitalisasi saat ini, lanjutnya, Dinas Koperasi UMKM Jateng selalu meyisipkan materi digitalisasi teknologi di setiap pendampingannya. Menurutnya hal tersebut perlu mengingat saat ini perkembangan global menjadi salah satu yang dihadapi para pelaku UMKM.

"Para pelaku sebagian kecil mereka sebenaranya sudah memasarkan lewat online. Namun mereka belum melakukan teknis-teknis lainnya. Nah itu yang kita ajarkan, yakni cara dan jalan agar mereka bisa memasarkan secara online lebih baik lagi," katanya.

Kaitannya dengan itu, saat ini Pemprov juga sudah memiliki Hetero Space sebagai tempat pelaku UMKM ini bisa mendapatkan informasi terkait bagaimana memasuki dunia digital. Pihaknya berharap, para pelaku UMKM bisa menggunakan Hetero Space dalam nantinya mengembangkan usahanya.

Sumber: Ayosemarang.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar